Knowledge Based Entrepreneur

knowledge_based_entrepreneur
Kemarin, tanggal 30 Juni 2010, saya dan dian, tim de Djamoer’s, mengikuti workshop kewirausahaan mahasiswa dan bisnis fair yang bertemakan “Knowledge Based Entrepreneur” di Widyaloka Universitas Brawijaya. Acara ini diadakan oleh sinergi B.I.G (business.intelellectual.goverment) dan didukung oleh Kamar Dagang dan Industri Republik Indonesia serta Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan Nasional (DIKTI). Sebenarnya acaranya 2 hari tanggal 30 Juni-1 Juli 2010. Namun tanggal 1 Juli 2010 diperuntukkan untuk para dosen. Acara ini dirancang sedemikian rupa untuk mahasiswa yang berjiwa wirausaha dan berminat menjadi pengusaha. Dan acara ini free untuk mahasiswa se-Malang Raya dan beberapa mahasiswa dari luar kota. Kebetulan saya mendapat undangan dari Pihak Fakultas untuk menghadiri acara tersebut. Hmm, sayang dilewatkan!

Sebelum masuk ke ruang utama Widyaloka, saya pergi melihat bisnis fair terlebih dahulu. Di samping ingin melihat produk yang dijual anak YES UB (Young Entrepeneur Society Universitas Brawijaya), saya juga ingin melihat produk-produk lain yang dijual dari masing-masing fakultas di Universitas Brawijaya yang mengikuti bisnis fair ini. Sayang, aku tak sempat melihat semuanya karena acara workshop segera dimulai. Setelah menyapa anak-anak YES UB, saya dan teman saya, Dian, memasuki ruang utama Widyaloka, tempat workshop dimulai.

Setelah Ucapan selamat datang dan do’a dari MC, serta laporan ketua panitia dari ketua tim sinergi BIG, dilanjutkan sambutan-sambutan dan pembukaan acara oleh Pak Rektor UB, Wakil dari Pemkot Malang Wakil dari KADIN serta DIKTI. Akhirnya acara workshop sesi I tentang UKM Makanan dimulai. Narasumber sesi I ini adalah Hendy Setiono, presiden direktor PT. Babarafi Indonesia. Selain beliau pengusaha sukses, ternyata beliau juga pembicara dan motivator yang baik. Terbukti saya dan peserta workshop lainnya menikmati materi yang beliau sampaikan. Beliau mempunyai tips sukses menjadi pengusaha yang disingkat dengan PISS. Positive Thinking, Ikhtiar (berusaha sungguh-sungguh), Sedekah (the power of giving), dan Sukses!! Benar juga firman Allah, bahwasanya orang yang suka memberi tidak akan berkurang hartanya, tapi semakin ditambahkan rezekinya. Tapi satu hal yang mengganjal di hati saya. Beliau melontarkan pertanyaan, “Kamu ingin jadi karyawan atau pengusaha?”. Di sini, saya jadi bingung, “Apakah di dunia ini kita hanya disudutkan pada dua cita-cita saja?” dan kamu harus memilih satu diantara dua hal tersebut. Jujur saja, menjadi pengusaha bukan berarti lebih baik dari menjadi karyawan atau sebaliknya. Menurut saya, “Jadilah dirimu sendiri yang kamu suka!” Tak perduli apa kata orang lain. Selama kamu suka, kamu bahagia, lakukanlah saja! Namun dalam tanda kutip tidak keluar dari koridor syariat Islam. Percuma kan jadi pengusaha sukses tapi tak bahagia.

Untuk sesi II Kampoeng English, narasumbernya Nadhirotul Laily, Direktur utama Mahesa Institute. Kalau Pak Hendy tadi mengenai makanan, berupa barang yang bisa dilihat sedangkan Mahesa Institute menjual jasa pelatihan bahasa Inggris yang tidak nampak. Yang unik di Mahesa Institute ini, kamu bisa praktik langsung bahasa Inggris in everywhere and everytime karena lingkungan sekitar asrama dan tempat kursus, penduduknya bisa berbahasa Inggris semua. Sehingga Mahesa Institute sering disapa dengan sebutan English Village. Selain mengajarkan bahasa Inggris untuk peserta Mahesa Institute, Bu Laily dkk juga mengajarkannya ke penduduk sekitar secara cuma-cuma. Bukankah ilmu yang bermanfaat akan mengalir pahalanya jika orang yang diajarkan mengajarkan ke orang lain dan seterusnya?

Setelah ISHOMA, dilanjutkan sesi III tentang ATM Design dan Manufactur yang disampaikan Andrie Trisaksono, Owner PT Tricahya Inti Cipta. Beliau sukses dalam penjualan mesin ATM dengan pemanfaatan design dan manufactor ATM yang disesuaikan customer. Di workshop ini, beliau menyampaikan langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan oleh pengusaha pemula. Satu hal yang saya ingat dari banyaknya materi yang beliau sampaikan, “Do it or Die”.

Sesi IV adalah Batik Fraktal yang disampaikan oleh Nancy Margried. Beliau dan teman-teman satu timnya membuat sebuah software JBatik untuk pembuatan design batik menggunakan rumus matematika. Menggabungkan science, art, dan technology. Selain menerapkan ilmu dan skill yang dimiliki, juga ikut andil melestarikan seni budaya Indonesia. Selanjutnya sesi V, sesi terakhir, tentang Dunia Usaha yang disampaikan Handito Joewono, KADIN Indonesia. Beliau menyampaikan tips memulai usaha (kalau g salah) selayaknya seseorang yang naik sepeda. Hal pertama yang dilakukan adalah bermimpi besar, kemudian berpikir kreatif, bisakah mimpi ini direalisasikan dengan cara yang kreatif, kemudian kayuh pedalnya, mewujudkan mimpi. Selanjutnya tancap gas untuk mempercepat meraih mimpi. Selengkapnya bisa dibaca di bukunya yang berjudul The 5 Creative MARKETING.

Subhanallah, mengikuti workshop ini dari pagi sampai petang sungguh melelahkan tapi sangat menyenangkan. Alhamdulillah, saya mendapatkan ilmu yang bermanfaat yang saya rasa bukan hanya untuk menjadi pengusaha yang sukses saja, tapi juga manusia yang sukses. Sebenarnya semua ilmu yang disampaikan tadi sudah ada dalam Islam. Ayo bersemangat!! (Fie)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s