Pernah Aku

Pernah aku menyukai seseorang
Kuberharap selalu melihatnya

Pernah aku menyukai seseorang
Kuberharap berada di dekatnya
di sampingnya

Pernah aku menyukai seseorang
Kuberharap dia akan menjadi milikku

Ketika aku tak melihatnya
Ternyata aku tiada mengapa
Tiada yang kurang dari hidupku

Ketika bukan aku yang berada di sampingnya
Aku masih bisa tersenyum lebar

Ketika dia menjadi milik orang lain
Aku tak menangis
Malah berbahagia untuk keduanya

Tapi denganmu berbeda
Aku rindu jika tak melihatmu
Aku cemburu bila orang lain di dekatmu
Hatiku sakit ketika kamu menjadi milik orang lain

Mungkin orang akan berkata inilah cinta
Tapi kukatakan bukan
Karna cinta takkan menyakiti
Cinta sejati hanya kepada Allah
Dan karena Allah

NB:
Terimakasih kamu telah membuatku sadar, lebih mencintaimu daripada mencintai Allah sungguh menyiksaku. Puji syukur pada Allah karena aku bisa melepasmu. Semoga Allah memberi pengganti yang lebih baik. Amien. Buat temen-temen yang kena penyakit ini harap segera bertobat karena Allah Maha Pencemburu.

One thought on “Pernah Aku

  1. edi purnama says:

    hal yang manusiawi pasti pernah terjadi pada manusia…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s