Dzikrullah

doa&wiridKebanyakan orang berkata, “Tidak bisa hidup tanpa musik”. Sewajarnya seorang muslim berkata, “Tidak bisa hidup tanpa dzikrullah, berdzikir kepada Allah”. Kenapa demikian? Karena dzikir bagi muslim ibarat air bagi ikan. Bagaimanakah keadaan ikan yang hidup tanpa air? Begitulah seorang muslim yang tidak berdzikir, sakit hatinya atau bahkan mati.

Dzikir memuat banyak sekali keutamaan karena dzikir adalah bagian yang paling penting dalam ibadah, ruhnya ibadah. Dzikir juga salah satu kiat hidup bahagia. Sekejap saja seorang muslim lalai dari berdzikir kepada Allah, saat itulah setan menjadi teman yang menyertainya. Siap untuk menggoda dan menyesatkannya dari jalan Allah. Allah berfirman dalam Q.S. Az-Zukhruf: 36 yang artinya, “Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran (Rabb) Yang Maha Pemurah (Al-Qur’an). Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan) maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya”.

Dzikir adalah kebutuhan seorang muslim yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Karena dzikir adalah penyeimbang seluruh amal syariat, bahkan menjadi pengontrol yang paling efektif. Seorang sahabat pernah menyeluhkan beratnya mengamalkan ajaran Islam, “Wahai Rasulullah! Syariat-syariat Islam yang ada kurasa sudah banyak sekali. Beritahukan kepadaku suatu hal yang bisa kujadikan pegangan”. Beliau bersabda, “Hendaknya lisanmu selalu basah dengan dzikir kepada Allah” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah). Dengan memperbanyak dzikir, seorang muslim akan merasa lebih nyaman dan ringan mengamalkan ajaran syariat Islam. Beratnya mengamalkan ajaran Islam tersebut dikarenakan nafsu dan syahwat. Untuk menundukkannya, seorang muslim harus banyak berdzikir.

Namun perlu diperhatikan bahwa dzikir termasuk bagian dari ibadah. Sementara ibadah hanya dapat diterima dengan dua syarat utamanya: ikhlas dan ittiba’. Ikhlas berarti memurnikan tujuan ibadah tersebut semata-mata hanya karena Allah, hanya untuk mendapatkan keridhaan-Nya semata. Ittiba’ berarti ibadah yang dilakukan harus mengikuti petunjuk dan contoh yang diberikan oleh Rasulullah SAW. Karena secara tegas Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa melakukan amalan tanpa dasar perintah/ajaran kami, maka amalannya itu tertolak” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Ingatkah di dalam tubuh yang sehat tersimpan jiwa yang kuat? Jiwa yang kuat adalah jiwa yang senantiasa mengingat Allah/dzikrullah. InsyaAllah dengan dzikirullah, tubuh kita akan selalu sehat, otak kita jernih dan hidup kita bahagia, plus dapat pahala dari Allah. Amin. So tunggu apalagi, ayo kita dzikrullah! Tapi ingat harus Ikhlas dan Ittiba’, OK! (Fie)

Download Ebook: Doa & Wirid Hisnul Muslim

2 thoughts on “Dzikrullah

  1. guris nurjono says:

    terima kasih infonya..moga ikut dapat pahala

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s