Firasat Sepeda Bakal Hilang

Rabu, 24 November 2010 adalah hari yang patut kukenang karena saat itulah nasib baik dan nasib tidak baikku terjadi sekaligus di hari yang sama. Aku percaya ada hikmah di balik setiap kejadian. Satu hal yang bisa aku yakini, “Allah sungguh mencintaiku!”. Bagaimana bisa aku bilang seperti itu, kalian akan tahu jika membaca cerita ini sampai selesai.

Hari itu badanku lagi g fit. Kemarin selasa, Ibu yang ingin aku temuin untuk mencairkan beasiswa tak ada di tempat dikarenakan rapat. Aku sudah capek menunggunya dari pagi sampai sore hingga mengorbankan waktu bimbingan skripsi. Hari rabu itu pun beliau tak dapat kutemui dengan alasan yang sama. Saat aku datang beliau baru saja pergi menuju lokasi rapat. Astagfirullah, sungguh tak beruntungnya aku. Terpaksa aku memilih mencairkan beasiswa lewat Bank. Untuk pencairan lewat Bank, aku harus mengumpulkan form untuk membuka rekening terlebih dahulu di Ruang TU. Di sana terdapat seorang Bapak yang mengurusi masalah beasiswa. Alhamdulillah, keberuntungan berpihak padaku. Aku bisa mencairkan beasiswa tanpa  surat pernyataan dari Ibu yang kutunggu-tunggu dari kemarin dan tak perlu lewat Bank berkat bantuan Bapak tersebut. Tentunya setelah Bapak tersebut tahu bahwa aku ingin mencairkan beasiswa tanpa lewat Bank dikarenakan sudah semester akhir dan mau lulus. Terimakasih Bapak. Berbekal selembar kertas berisi scan KTM dan pernyataan dari beliau, aku bisa mengambil beasiswa tersebut di Bendahara Fakultas. Sudah bisa ditebak, akhirnya beasiswaku cair. Alhamdulillah.

Kebahagiaan menyelimutiku karena baru saja dapat beasiswa. Rasa syukur terasa karena aku memang membutuhkan uang. Aku berjanji untuk berhemat agar tidak kekurangan uang seperti saat ini. Uang beasiswa akan kumanfaatkan sebaik-baiknya. Aku berpikir untuk tidak menyisihkan uang beasiswa untuk sedekah ke masjid karena aku sudah menyisihkan sebagian uang tersebut untuk biaya bimbel adikku. Toh, itu juga sedekah ke saudara. Begitu pikirku.

Hari rabu itu pula. Sorenya aku ada rapat ke kedai. Biasanya aku naik motor atau angkot ke sana. Mau naik motor, g da motornya. Naik angkot, ongkos lagi. Kan aku ingin hemat. Akhirnya aku naik sepeda milik temen kosku. Cukup jauh juga dan capek apalagi untuk aku yang jarang bersepeda tapi aku tempuh demi penghematan. Alhamdulillah, sampai di kedai dengan selamat. Saat aku memarkirkan sepeda, tiba-tiba aku merasa sepeda ini akan hilang, dicuri orang gitu. Apalagi sepedanya g da kunci pengamannya. Namun firasat itu aku tepis, g mungkin ah. Kan cuma sepeda panjal. Selesai rapat, aku tak sabar keluar untuk memeriksa sepeda tersebut sekalian mau pulang ke kos. Eh, ternyata sepedanya raib. Innalillahi. Aku tak kaget hal ini bisa terjadi karena memang sudah berfirasat sepeda tersebut bakal hilang. Aku menyesal tak mengindahkan firasatku. Teman-teman kedai ikut bingung dan prihatin melihat sepeda tersebut tak ada di tempat. Salah satu temanku berusaha mencari di sekitar dan bertanya pada tetangga setempat. Aku tahu hal ini sia-sia karena aku merasa sepeda tersebut sudah dicuri dari tadi. Aku tak mau berlama-lama di situ karena sudah maghrib juga. Aku pamit untuk pulang, meninggalkan teman-teman kedai yang g habis pikir dengan sikapku yang nyantai karena baru saja kehilangan sepeda. Di angkot, aku berinstropeksi diri. Pasti ada hikmah di balik semua ini. Mungkin Allah tak ingin aku jadi manusia irit yang pelit. Allah cemburu karena niat penghematanku bukan semata-mata untuknya dan karena-Nya. Allah ingin aku bersedekah kepada pencuri sepeda tersebut. Siapa tahu orangnya butuh sekali uang untuk makan dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Mengalami hal seperti ini bukanlah istimewa. Semua orang pasti pernah mengalaminya (nasib baik dan nasib tidak baik terjadi di hari yang sama) tapi yang terpenting adalah bisakah kita mengambil hikmah dari semua itu. Allah ingin hambanya berintropeksi diri, memperbaiki diri, ridho menerima takdirnya dan bersabar menghadapinya. (Fie)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s