Adikku, Jangan Pacaran!!

Aku menyayangimu wahai adikku karna Allah SWT. Aku ingin kita dipertemukan Allah di surga-Nya nanti.

Sudah berulang kali aku menasehati adikku bahwa pacaran itu tidak boleh. Tidak ada pacaran dalam Islam. Yang ada hanyalah menikah. Jika tidak mampu maka berpuasalah. “Sesungguhnya barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa disesat-Nya, maka tidak ada yang dapat memberi petunjuk kepadanya”. maka setelah berusaha, yang bisa kulakukan adalah bertawakalllah dan berdoa untuknya.

Pacarnya adikku adalah orang yang sopan dan baik. Bersyukur juga ada orang seperti dia yang menyayangi adikku. Tapi dengan pacaran??? Mana bisa aku bersyukur klo seperti ini. Masa’ aku bersyukur padahal adikku berbuat dosa kepada Allah dengannya (pacaran). Janganlah kamu lihat besar kecilnya dosa yang kamu lakukan tapi lihatlah kepada siapa kamu berbuat dosa.

Awal mereka pacaran memang dengan niat untuk hubungan yang serius yaitu menikah. Namun dengan niat ini bukan berarti pacaran mereka diperbolehkan. Kata mereka, mereka sebenarnya ingin segera menikah namun orang tua kedua belah pihak belum bisa menyetujui jika mereka masih kuliah, belum berpenghasilan, dsb. Mau menikah bukanlah perkara mudah untuk mereka saat ini begitu kilahnya. Menunggu waktu mereka agar diizinkan untuk menikah adalah waktu yang cukup lama. Masalahnya mereka masih kuliah semester 3 dan 5. Belum lagi mereka harus bekerja dulu. Kira-kira 3-4 tahunlah. Waktu yang cukup lama itu tak dibenarkan jika mereka tetap berpacaran.

“Nikah itu lebih menjaga pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu pengekang baginya (Muttafaq alaih)”.

Rabu, 11 Januari 2011. Kuteguhkan hatiku untuk berbicara dari hati ke hati dengan keduanya bukan lagi adikku saja. Kukatakan kepada mereka bahwa pacaran itu dilarang oleh Allah karena termasuk mendekati zina dan ternyata keduanya sudah tahu. Kusaran untuk segera menikah, keduanya mengiyakan tapi muncul masalah tidak bisa sekarang, karena mereka masih kuliah dan belum bekerja. Oleh karenanya kedua orang tua kemungkinan tidak menyetujui. Kusarankan untuk mencoba berbicara dengan orang tua dengan baik-baik, kenapa orang tua melarang hal tersebut. Kalau alasannya karena belum bekerja, jelaskan kepada orang tua bahwa rezeki sudah diatur Allah, insyaAllah dengan menikah rezeki malah berlimpah asalkan pihak laki-laki ada usaha mencari pekerjaan yang layak. Kalau masalah harga diri, belum kerja sudah berani melamar anak gadis orang. Harga diri seseorang takkan jatuh karena melakukan hal yang benar, ketaatan kepada Allah seperti menikah. Malah kehinaan di mata Allah kalau kalian tetap berpacaran. Kalau alasannya karena masih kuliah, yakinkan dengan menikah, kuliah tak kan terganggu dan prestasi semakin meningkat. Jangan pernah berhenti untuk berdoa karena Allah-lah yang memegang hati kedua orang tua. Lebih baik segera menikah daripada berlama-lama pacaran.

Setelah aku berbicara panjang lebar, aku serahkan keputusannya pada keduanya. Semoga Allah memberi mereka hidayah, ucapku di dalam hati. Berat buatku jika membiarkan mereka tetap pacaran dan mungkin berat bagi keduanya untuk memilih di antara dua pilihan itu karena aku merasa mereka belum siap menikah. Untuk putus, kurasa sulit. Aku takut nafsu berlabel cinta sudah menawan mereka. Namun aku tetap meyakinkan diri bahwa kalau Allah sudah berkehendak maka tak ada yang bisa menghalangi. Jika cara inipun belum berhasil, aku takkan menyerah. Adikku, ingatlah laki-laki yang baik adalah laki-laki yang datang untuk melamarmu bukan mengajakmu berbuat dosa kepada Allah (pacaran). (Fie)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s