Mudah Pesimis

worrywartMudah pesimis tentunya bukanlah hal yang membanggakan namun juga bukan sesuatu yang patut dibiarkan apalagi dibiasakan. Khususnya seorang muslim harus anti dengan namanya pesimis. Kenapa demikian?

“Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata: “Itu adalah karena (usaha) kami”. Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (QS. Al- A’raf: 131)

Pesimis bisa diartikan merasa bernasib sial atau meramal nasib buruk bakal menimpanya. Dalam bahasa arab biasa disebut dengan istilah thiyarah atau thathoyyur. Thiyarah adalah merasa bernasib sial atau meramal nasib buruk karena melihat burung, binatang lainnya atau apa saja. Dahulu, salah satu tradisi orang Arab adalah jika salah seorang dari mereka hendak melakukan suatu pekerjaan atau bepergian, maka mereka meramal peruntungannya dengan burung. Salah seorang dari mereka memegang burung lalu melepaskannya. Jika burung itu terbang ke arah kanan, maka ia optimis, sehingga melakngsungkan pekerjaannya. Namun jika burung itu terbang ke arah kiri, maka ia merasa bernasib sial dan mengurungkan pekerjaan yang diinginkannya.

Abu Dawud meriwayatkan dengan sanad shahih dari ‘Uqbah bin ‘Amir, ia berkata: “Thiyarah disebut-sebut di hadapan Rasulullah SAW, maka beliau pun bersabda: ‘Yang paling baik adalah fa’l (kata-kata yang baik), dan thiyarah tersebut tidak boleh menggagalkan seorang muslim dari niatnya. Apabila salah seorang di antara kamu melihat sesuatu yang tidak diinginkannya maka supaya berdo’a: Ya Allah, tiada yang dapat mendatangkan kebaikan selain Engkau; tiada yang dapat menolak keburukan selain Engkau dan tiada daya serta kekuatan kecuali dengan pertolongan Engkau.’”.

Abu Dawud meriwayatkan pula hadits marfu’ dari Ibnu Mas’ud: “Thiyarah adalah syirik, thiyarah adalah syirik; dan tiada seorang pun di antara kita kecuali (telah terjadi dalam hatinya sesuatu dari hal ini), hanya saja Allah menghilangkannya dengan tawakkal kepadaNya.”

Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari Ibnu ‘Amr, bahwa Nabi SAW bersabda; “Barangsiapa yang mengurungkan hajatnya (kepentingannya) karena thiyarah, maka dia telah berbuat syirik.”. Para sahabat bertanya: “Lalu apakah sebagai tebusannya?”. Beliau menjawab: “Supaya dia mengucapkan ‘Ya Allah. Tiada kebaikan kecuali dari Engkau; tiada kesialan kecuali kesialan dari Engkau; dan tiada Sembahan yang hak selain Engkau.’’”.

Imam Ahmad meriwayatkan pula hadits dari Al-Fadhl bin Al ‘Abbas r.a: “Sesungguhnya thiyarah itu adalah yang menjadikan kamu terus melangkah atau mengurungkan niat (dari keperluanmu.)”

Dari hadits-hadits di atas dapat disimpulkan bahwa pesimis/merasa bernasib sial/thiyarah/thathoyyur merupakan perbuatan yang tercela dan dilarang (syirik). Dan penawar yang paling ampuh adalah tawakkal kepada Allah SWT. Jika kita tertimpa kesialan maka itu adalah takdir Allah; yang terjadi karena perbuatan kita sendiri dikarenakan kita melampaui batas/bermaksiat kepada Allah. (Fie)

Sumber:
– Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad at-Tamimi penerbit Darul Haq.
– Artikel Dosa-dosa Yang Dianggap Biasa pada KajianIslam.Net dengan judul THIYARAH / THATHOYYUR / MERASA SIAL / PESIMIS.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s