Bertualang dengan Motor Pinjaman

Rabu, 2 November 2011 adalah hari yang cukup berkesan bagiku dan semoga juga berkesan bagi adik keduaku. Sebagai kakak, seharusnya aku yang membonceng adikku tapi apalah daya kemampuanku bersepeda motor tidaklah sebaik adikku apalagi dia sudah memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi). “Adikku, kakak mengandalkan kemampuanmu!”. Berikut adalah tempat yang ingin kami kunjungi: Stasiun, Pasar Besar, Wilis (urutan ini sesuai list yang aku tulis di notes HPku). Namun yang jadi permasalahan adalah kami sama-sama tidak tahu jalan menuju ketiga tempat tersebut. Sebenarnya sebelum hari yang ditentukan, aku meminta adikku untuk menanyakan jalan menuju tempat-tempat tersebut ke seseorang yang dirasa tahu hal tersebut. Namun, sampai hari yang ditentukan dia tidak mengindahkan permintaanku dan terjadilah apa yang terjadi.

Motor yang dijanjikan untuk dipinjam sudah siap di depan kontrakan. Kami pun siap berangkat. Dengan panjatan doa, kami siap bertualang dengan motor pinjaman tersebut. Dalam hatiku sebenarnya ada ketakutan tapi aku berusaha menghilangkannya karena aku yakin akan pertolongan Allah. Alhamdulillah, Allah memberiku modal mulut, ingatan masa lalu yang cukup baik, dan pulsa di HP. Ingatan masa lalu itu adalah ingatan tentang jalan-jalan yang pernah kulalui baik saat aku dibonceng teman-temanku atau saat di angkot yang pernah kunaiki menuju ketiga lokasi tersebut.

Susah memang jika bermodal ingatan masa lalu. Soalnya tiap jalan, gedung, dan rumah hampir mirip. Aku cuma mengandalkan insting dan firasat. Namun Subhanallah kami bisa sampai di Wilis dengan mulus tanpa hambatan berarti. Dalam benak kami, “ternyata jalan ke Wilis g jauh dan g ribet ya”. Setelah keperluan kami di Wilis selesai, kami pun melanjutkan perjalanan ke Pasar Besar.

Kalau yang ini nih yang bikin kepalaku pusing. Aku harus berusaha keras untuk mengingat-ingat. Alhamdulillah ada papan petunjuk walau tidak di setiap pojok jalan namun paling tidak bisa mengantarkan kami ke tempat tujuan kami, apalagi di saat aku benar-benar tak ingat. Ya, ini semua karena pertolongan Allah. Walau sesekali salah arah, paling tidak sebelum jauh melangkah, aku sadar kalau bukan ini jalannya akhirnya kami putar arah. Kami pun sampai di Pasar Besar. Di sini, kami bertualang mengelilingi pasar dengan berjalan kaki karena motor harus diparkirkan. Berkeliling di dalam pasar, takut kesasar tapi kalau di pinggir pasar, wuih panasnya minta ampun padahal masih pagi loh. Untungnya aku pakai kerudung dan kaos kaki jadi aman deh dari sinar UV. Yang syar’i emang lebih baik!!
Alhamdulillah. Setelah keperluan di Pasar Besar selesai, kami berkeinginan untuk segera kembali ke kontrakan. Sudah capek dan kepala pusing kena panas, yang dipikirkan ya pulang ke kontrakan. Bertualang dengan motor pun akhirnya berlanjut dengan tempat tujuan kontrakan kami.

Kepala yang pusing susah untuk diajak mikir apalagi jalan yang tadi kami lalui tak bisa dilalui karena satu arah. Terpaksa deh harus cari jalan lain. Kami berdua udah pening dan pinginnya segera pulang eh ternyata kita diuji, kesasar berkali-kali. Putar arah dan salah. Lagi, lagi, dan lagi. Emosi pun tak bisa dikontrol. Kami berdua saling menyalahkan. Walau timbul pertengkaran kecil akhirnya kami sampai di alun-alunTugu. Tempat ini sangat familiar denganku karena sering kulalui saat naik angkot AL ke Stasiun. “Oh, ini Tugu. Kalau dari sini aku insyaAllah tahu. Oya, bukannya kita juga mau ke Stasiun. Ke Stasiun dulu kalau gitu”. Walau sempat hampir salah jalan tapi akhirnya kami sampai ke Stasiun Malang Kota Baru, lokasi yang seharusnya dituju tapi kelupaan karena kecapekan. Setelah dapat tiket Kereta Api Tawang Alun tujuan Jember dan istirahat sebentar, kami pun beranjak pulang.

Karena aku guide yang payah, akhirnya adikku memutuskan untuk memilih jalan pulang sendiri tanpa petunjuk dariku. Eh, ternyata dia juga kesasar. Hehe. Setelah kesasar, posisiku dikembalikan secara otomatis. Dan akhirnya kami pun sampai di kontrakan kami tercinta, Baitul Muflihun, setelah mengisi bensin tentunya. Seru pokoknya walau ada sedikit pertengkaran. I love u, my Sista! That’s so fun. (Fie)

2 thoughts on “Bertualang dengan Motor Pinjaman

  1. shineena says:

    tips:
    kalo belum hapal jalan …bawa peta fit..wkwkwkwkwk
    q dl awal2 bawa motor di sby..bentar2 buka peta yang segede gaban,,,hehehe,,,sampe compang camping saking sering ditekuk sana sini dan diselipin di motor……efektif…dijamin anti nyasar..:)

    • fielkom2006 says:

      iya..
      setelah kejadian itu, aku dan adikku berencana beli peta
      tapiii,, sampe sekarang blom kesampean.. hehe
      mksh y atas sarannya ^____^
      memang peta tuh amat penting biar g nyasar!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s