Aku, Buku, dan Banjarbaru Book Fair

welcome_bbf Ini pertama kalinya, aku menceritakan kehidupanku di Fielkom Site setelah pindah ke Banjar lo. Setelah menikah tepatnya. Hehehe.

Dari dulu, aku memang suka buku. Terbukti saat aku masih kecil, melihat buku yang banyak bertumpuk-tumpuk rasanya seperti melihat harta karun saja. Wow, so amazing!, itu yang kurasakan dan rasa itu kurasakan hingga kini. Tenang, aku bukan kutu buku koq. Aku cuma suka membaca pas lagi mood saja. Walaupun aku suka buku bukan berarti aku suka membaca semua buku lo. Aku tuh paling ga suka baca novel. Soalnya, aku dah bosan duluan sebelum ceritanya habis kubaca. Terkadang biar g rugi-rugi amat karena sudah terlanjur baca nih, langsung deh lompat ke halaman terakhir. Biar tau endingnya gitu, habis penasaran sih. Klo cerpen mah, langsung sikat habis g butuh berjam-jam bahkan berhari-hari untuk tau endingnya. Betul tidak? Aku juga g betah baca buku yang tebel-tebel. Jarang aku membacanya sampai khatam. Cuma buku-buku tertentu yang aku amat minat di sana. So, I’m not a bookworm. I’m just a book lover. Hehehe.

Saat itu, aku lagi asyik googling komunitas-komunitas yang ada di Banjarmasin. Bahagianya aku bukan kepalang dapat info klo ada Banjarbaru Book Fair 2013 akhir Maret ini. Bagiku, seperti menemukan peta harta karun secara tak terduga. Oh My God!! What is this? Oh no, Book Fair!! (lebay ya?). Saat itulah aku berencana untuk pergi ke sana. Syukur alhamdulillah suami tercinta bersedia mengantarkanku ke sana walaupun sebenarnya cukup jauh sih. Wajarlah beda kota. Makasih suamiku, you’re the best pokoknya!!

Hari demi hari terlewati dan semakin dekatlah hari yang dinanti, Sabtu tanggal 30 Maret 2013, hari pertama dibukanya Banjarbaru Book Fair. Asyeek! Namun entah kenapa, apa karena saking senangnya akan pergi ke sana atau apalah, aku g bisa tidur malamnya. Huft. Kantung mataku hitam lebab kayak panda. Ngantuk berat!! Suamiku menyuruhku untuk tidur sebentar dulu baru berangkat ke sana. Awalnya aku menolak, kan bisa tidur sepulang dari sana. Tapi dia mengancam g mau mengantarkanku ke sana klo g tidur dulu. Gara-gara liat kantung mataku yang kayak panda tuh!! Eeh, akunya keenakan tidur. Berangkat siang-siang panas. Mau berangkat sore takut kehujanan. Nanti kemalaman pula. Gimana coba? Sesuatu, suamiku berhasil menenangkanku, bagaimana klo besok berangkatnya. Toh, Book Fair-nya sampai tanggal 7 April 2013 begitu pikirku. OK deh besok saja.

Ternyata besoknya aku juga tidak bisa ke sana. Aku sakit perut hiks hiks. Dan aku rebahan di kasur sepanjang hari itu. Hari Senin sampai Kamis suami kerja. Harapan tinggal Sabtu dan Ahad mendatang nih. Soalnya kan hari Jum’at suamiku harus Jum’atan. Penantian yang cukup lama untuk ke Banjarbaru Book Fair.. Hiks hiks. Sabar sabar!!

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Alhamdulillah, akhirnya aku bisa bertolak ke Banjarbaru Book Fair pada hari Sabtu tanggal 6 April 2013. Habis klo nunggu Ahad kelamaan!! Rasanya tak sabar untuk segera sampai di sana. Kami berangkat sekitar pukul 09.15 WITA dan tiba di sana pukul 10.00 WITA (45 menitan lah!!). Tiba di sana, penonton kecewa. Dari luar, keliatan soo sepii!! Bisa dikatakan tidak ada pengunjung, cuma ada kru-kru yang lagi benahin stan dan panggung saja. Stan-stan banyak yang tutup. Sebagian kecil ada yang buka sih tapi hanya stan pakaian dan makanan. Terus, mana stan yang jual buku? Ini bazar buku bukan? Oh, mungkin aku kepagian datang ke sini? Belum buka kali? Yah, g jadi deh liat buku yang banyak bertumpuk-tumpuk?

Akhirnya suamiku mengajakku makan-makan di AZ fried chicken, yang berada tidak jauh dari sana. Sehabis makan kami kembali ke lapangan Murjani, tempat Banjarbaru Book Fair berlangsung, siapa tahu sudah buka stan-stannya dan ramai pula pengunjungnya. Klo g, terpaksa kami pulang deh. Sekitar satu jam kemudian dari yang pertama, kami berada di Banjarbaru Book Fair untuk kedua kalinya. Dari luar, suasananya g jauh beda dari sebelumnya tapi alhamdulillah ada pengunjungnya, anak-anak sekolah dan sedikit masyarakat umum. Stan-stannya yang buka juga lumayan lebih banyak dari yang tadi. Akhirnya kami mampir juga ke Banjarbaru Book Fair. Horee, bisa liat buku yang banyak bertumpuk-tumpuk. Alhamdulillah.

Di luar sepertinya hanya stan-stan non buku saja (g bisa memastikan soalnya sebagian stan-stannya masih tutup). Hati ini dag dig dug dan bertanya-tanya, mana bazar bukunya?? Yap, akhirnya kutemui juga buku yang banyak bertumpuk-tumpuk di dalam, di tengah area bazar. Subhanallah, kayak di Malang Islamic Book Fair ternyata. Coba klo sore atau malam datangnya pasti suasananya g jauh beda deh. I’m really really happy. Padahal cuma liat doang. Hehe. Tujuan selanjutnya adalah mencari buku-buku yang ingin dibeli. Ayo semangat!!

buku_bbf

Setelah puas berkeliling dan melihat-lihat (sebenarnya belum puas sih soalnya di dalam masih ada satu dua stan yang masih belum buka), serta buku-buku yang dicari sudah didapatkan, kami pun memutuskan untuk pulang. Makin siang pulangnya, makin panas. Makin cepat sampai rumah, makin baik. Soalnya cuaca tidak menentu, panas tiba-tiba hujan. Tiba-tiba sesampainya di pintu keluar bazar, aku melihat pengumuman yang bertuliskan “Banjarbaru Book Fair buka pukul 11.00 – 23.00 WITA”. Ealah, pantesan!! Tau walau terlambat tidak apa-apa daripada tidak tahu sama sekali (mencoba membahagiakan diri sendiri tuh). Habis di brosurnya tidak ada info bukanya pukul berapa sih.. Biasanya bazar buku di Jawa (Malang & Tulungagung maksudnya) sudah buka pukul 09.00 WIB berarti di sini paling tidak pukul 10.00 WITA sudah buka kan? Ya sudahlah, yang penting keinginan ke Banjarbaru Book Fair terpenuhi. Thanks to Allah for everything. (Fie)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s