Seribu Jalan Menjadi Jutawan Muslim (Lanjutan..)

Amalan-amalan Ringan Berpahala Besar (no. 11 – 20)

11. Beragam Niat dalam Satu Amal Shalih
Contohnya adalah seperti amalan shalih dengan mengunjungi keluarga suami demi mendapatkan ridha Allah SWT. Maka dalam amal shalih ini dapat dimasukkan beberapa niat di dalamnya misal:
a. Mencari ridho Allah SWT
b. Mencari keridhoan suami, karena ridhonya adalah ridho Allah SWT jua
c. Silaturrahmi
d. Menengok mereka yang sakit
e. Mencukupi kebutuhan mereka ketika mereka butuh sesuatu
f. Niat membahagiaan mereka
g. Meringankan beban mereka dengan menyampaikan hadits-hadits yang berkenaan dengan ringannya sebuah dzikir dan besarnya pahala sabar ketika sakit.
Maka dengan satu amal shalih yang kita lakukan, terdapat di dalamnya pahala tujuh niat yang dilipatkan.

12. Sabar Ketika Datang Musibah
Orang-orang yang senantiasa sabar di dalam musibah yang menimpa dirinya, maka Allah akan menggantikannya dengan surga.
Dari Nabi SAW, bahwasanya beliau bersabda, Allah SAW berfirman, “Jika aku mengaji hamba-Ku dengan kedua orang anaknya kemudian dia bersabar, Aku mengganti keduanya dengan surga” (HR. Bukhari).
Dalam hadits lain juga disebutkan, “Barangsiapa kuambil dua kekasihnya (matanya) tetap bersabar, maka Aku akan menggantikannya dengan surga” (HR. Bukhari).

13. Amal Shalih di Sepuluh Hari Dzulhijjah
Dalam hari-hari ini, terdapat puasa yang akan menghapuskan dosa-dosa kita selama satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya. Inilah puasa pada hari Arafah. Di mana dalam hari-hari ini pula pahala amal shalih di dalamnya mampu melebihi pahala jihad dengan harta dan jiwa.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada hari-hari di mana amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh Allah Azza wa Jalla melainkan hari-hari ini yakni sepuluh awal Dzulhijjah.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, dan bukan jihad fi sabilillah?” Beliau bersabda, “dan bukan jihad fi sabilillah. Kecuali seseorang yang keluar dengan diri dan hartanya kemudian dia tidak kembali dengan itu sedikitpun” (HR. Bukhari).
Dari Nabi SAW bahwasanya beliau bersabda, “Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan tidak ada yang lebih dicintai oleh-Nya dari suatu amalan di dalamnya, melebihi sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah di dalamnya (ucapan) tahlil, takbir, dan tahmid” (HR. Ahmad).

14. Pahalanya Para Muadzin (Orang yang Adzan)
Seorang muadzin akan mendapatkan pahala orang yang shalat bersamanya, demikian juga kepada siapa saja yang menjawab adzannya. Siapa saja yang menjawab adzan, maka baginya pahala muadzin. Dan bagi para wanita juga akan mendapatkan pahala muadzin jika dia menjawab adzannya walaupun dia di dalam rumah, bahkan kalau dia hanya dengar dari radio atau TV.
Misal, 30 orang shalat x 5 shalat fardhu = 150 orang yang shalat + 27 derajat dari pahala jamaah setiap orang + pahala langkah-langkah mereka ke masjid + pahala qiyamul lail setiap orang apabila dia mengerjakan shalat Isya’ dan Subuh berjamaah, maka dapat dibayangkan berapa juta pahala muadzin dan orang yang menjawab adzannya!
Dari Rasulullah SAW, “Dan baginya (muadzin) pahala orang yang shalat bersamanya” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i).

15. Berjabat Tangan dengan Sesama Muslim
Setiap muslim dengan muslim lainnya yang berjabat tangan, maka akan menggugurkan dosa-dosa di antara keduanya
Dan Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah dua orang muslim yang saling berjabat tangan kecuali mereka berdua diampuni sebelum mereka berpisah” (Mutafaqun Alaih).

16. Penunjuk dan Perantara Kebaikan
Orang-orang yang berada di jalan dakwah (saling mengingatkan dalam hal kebaikan dan kebenaran), maka ia akan mendapatkan pahala dari dakwahnya itu dan pahala dari siapa yang mengamalkan.
Siapa saja yang menjadi sebab terlaksananya suatu amal shalih, maka baginya pahala orang yang melaksanakannya. Seperti shadaqah, mendidik anak-anak tentang rukun Islam, membantu jamaah haji dengan harta, dan seterusnya. Begitu juga dengan siapa saja yang menjadi sebab terjadinya suatu amalan buruk, maka baginya dosa sang pelaku. Misal dengan berjualan CD film-film haram, nyanyian-nyanyian dan seterusnya.
Dari Rasulullah SAW, “Barangsiapa yang memulai di dalam Islam suatu amalan yang baik, maka baginya pahalanya dan pahala siapa yang melakukannya” (HR. Muslim).

17. Bershalawat atas Nabi
Dengan mengucapkan shalawat untuk Rasulullah SAW, maka kita akan mendapatkan balasan sebanyak sepuluh shalawat.
Dari Rasulullah SAW bahwasanya beliau bersabda, “Barangsiapa yang bershalawat atasku satu shalawat, maka Allah akan bershalawat atasnya sepuluh shalawat” (Muttafaqun ‘Alaih).

18. Qiyamul Lail pada Bulan Ramadhan dan Menghidupkan Sepuluh Malam Terakhir
Seorang muslim yang melakukan amal-amal ini, maka pahalanya berlipat ganda di sisi Allah SAW, terlebih pada Lailatul Qodar.
Allah SWT berfirman, “Malam Lailatul Qadr adalah lebih baik dari seribu bulan” (QS. Al-Qadr: 3).

19. Membaca Surat Al-Ikhlas
Membaca surat Al-Ikhlas sebanyak tiga kali, adalah berpahala seperti membaca Al-Qur’an seluruhnya.
Dari Rasulullah bahwasanya beliau bersabda, “QulhuwAllahu ahad, adalah setara dengan sepertiga Al-Qur’an.”

20. Puasa Enam Hari Syawal Ditambah dengan Puasa Tiga Hari Baidh (13, 14, 15) di Setiap Pertengahan Bulan Hijriyah
Perkataan Abu Dzar, “Rasulullah memerintahkan kami agar berpuasa pada setiap bula dari tiga hari puasa baidh, tiga belas, empat belas, dan lima belas (Hijriyah). Dan beliau bersabda, ‘Ia seakan-akan seperti puasa setahun’.” (HR. An-Nasa’i dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban).
Dari Ayyub Al-Anshari bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang puasa Ramadhan kemudian mengikuti dengan enam puasa Syawal, maka seakan-akan dia puasa selama setahun” (HR. Jamaah kecuali Bukhari dan An-Nasa’i).

Sumber: Jutawan Muslim dengan penerbit Samodrailmu oleh Tim Tarjamah SI

Advertisements

Tips Menghemat dan Memanfaatkan Waktu

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata tentang amal yang paling utama: "Yaitu yang lebih tinggi nilai ketundukannya kepada Allah dan lebih bermanfaat bagi hamba".

Berikut ini adalah beberapa kiat mengisi waktu luang dan dimulai dari yang utama kemudian berangsur sampai ke perkara-perkara mubah:

1. Menghafal dan mempelajari kitabullah

Allah berfirman, artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi". (Fathir: 30)

Rasulullah bersabda, artinya: "Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an kemudian mengajarkannya". (HR. Al-Bukhari)

Rasulullah juga bersabda, artinya: "Kepada Ahli Al-Qur’an dikatakan, "bacalah dan naiklah! Urutkan sebagaimana engkau mengurutkan di dunia, maka sesungguhnya kedudukanmu berada pada akhir ayat yang engkau baca". (HR. Abu Daud, hasan shahih)

Allah memudahkan Anda yang mau menghafal sebagaimana firman-Nya, artinya: "Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran" (Al-Qomar:17)

2. Membaca buku/kitab yang bermanfaat

Allah berfirman, artinya: "Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang berilmu beberapa derajat" (QS: Al-Mujadilah: 11)

Rasulullah bersabda, artinya: "Sesungguhnya penuntut ilmu dinaungi oleh para Malaikat dengan sayap mereka." (Shahih At-Targhib wa At-Tarhib)

Imam Ahmad berkata "Manusia lebih butuh kepada ilmu daripada kepada makan dan minum, karena seseorang butuh makan dan minum sehari sekali atau dua kali, sedang kebutuhannya pada ilmu adalah sejumlah nafasnya".

3. Dzikrullah

Ia merupakan amalan yang mudah, tanpa biaya maupun susah payah, padahal pahala dan keutamaannya sangat banyak. Allah berfirman, artinya: "Ingatlah kamu kepadaKu, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu" (Al-Baqarah: 152)

Rasul bersabda, artinya: "Maukah kalian kuberitahu amalan yang paling baik dan paling suci menurut Sang Pemilikmu, mengangkat derajatmu, lebih baik dari infak emas dan uang dan lebih baik dari beperang membunuh musuh kemudian kamu ditebas lehermu? Mereka berkata "Ya, duhai Rasul? Beliau bersabda, "Yaitu dzikir kepada Allah Ta’ala" (HR. At-Tirmidzi)

Terutama dzikir pagi dan sore dan pada setiap memulai atau mengakhiri pekerjaan.

4. Jihad ( wisata umat Islam)

Umat yang paling mulia ini memiliki rihlah dan tamasya yang sejati, sebagaimana sabada Nabi , yang artinya: "Tamasya/pesiarnya umatku adalah berjihad (berjuang di jalan Allah)" (HR. Abu Daud dengan sanad shahih)

Rasul juga bersabda: "Satu pagi atau satu sore hari di jalan Allah adalah lebih baik dari pada dunia dan isinya" (HR. Al-Bukhari)

Ia menjanjikan kemenangan dan kejayaan di dunia dan yang paling pasti di akhirat, dengan syahid tanpa hisab, tanpa siksa kubur, dan masuk surga.

Allah berfirman, artinya: "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi." (Al-Anfal: 60)

5. Bekerja sama dalam berdakwah

Allah berfirman, artinya: "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah."(QS. 3:110)

Rasul bersabda: "Siapa diantara kamu melihat kemungkaran hendaklah dia merubahnya dengan tangan, jika tidak mampu maka dengan lisan, jika tidak mampu maka dengan hati dan itu adalah selemah-lemahnya iman" (HR. Muslim)

Rasul juga bersabda, artinya: "Sampaikan dariku meskipun satu ayat" HR. Al-Bukhari)

Sungguh kita tahu bahwa musuh Islam telah mengatur siasat dan strategi dengan baik, maka wajiblah kita meningkatkan usaha keras kita membela agama Allah.

6. Menunaikan amalan Sunnah

Amalan-amalan sunnah dapat melengkapi kekurangan pada ibadah yang wajib dan dapat mengangkat derajat di sisi Allah.

Allah berfirman (dalam hadits Qudsi), yang artinya: "Siapa yang memusuhi kekasih-Ku maka Aku umumkan perang kepadanya, tiada sarana pendekatan padaKu yang paling Aku cintai bagi hambaKu melebihi apa yang Aku wajibkan padanya. HambaKu tiada hentinya mendekatiKu dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku menyin-tainya." (HR. Al-Bukhari)

Berusahalah semampu Anda untuk berlomba menunaikan amalan sunnah dari shalat, shadaqah, puasa dan lain-lain.

7. Menghadiri ceramah atau pengajian

Rasulullah bersabda: "Tiadalah suatu kaum berkumpul di salah satu masjid Allah dengan membaca kitab Allah dan mempelajarinya diantara mereka, kecuali para malaikat mengelilingi mereka, ketenangan turun kepada mereka dan rahmat tercurah, serta Allah membangga-banggakan mereka kepada malaikat yang ada disisiNya". (HR. Muslim)

8. Ziarah Masjidil Haram dan Umrah

Rasulullah bersabda: "Satu umrah ke umrah yang lain adalah pelebur (dosa) antara keduanya". (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Begitu besar pahala shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi melebihi masjid di seluruh dunia,disana banyak sarana mencapai hidayah Allah.

9. Mendengarkan kaset /CD

Baik itu ceramah keagamaan atau murattal Al-Qur’an, kemudian jika perlu dibuat catatan dan ringkasan yang rapi, ini sangat bermanfaat bagi diri sendiri dan juga orang lain.

10. Mengunjungi orang-orang shaleh di dalam atau di luar kota

Rasulullah mengisahkan: "Seorang menziarahi temannya di desa lain, di tengah perjalanan Allah mengutus malaikat menyertainya, datang dan bertanya: "Anda mau pergi kemana?" ia menjawab, "ke saudara di desa sana", "Apakah karena satu kenikmatan yang Anda inginkan? Ia menjawab: "Tidak, saya hanya menyintainya karena Allah ‘Azza wa Jalla" . Malaikat berkata: "Sesungguhnya saya adalah utusan Allah (mengabarkan) sesungguh-nya Allah telah menyintai Anda sebagaimana Anda telah menyintainya karena Dia" (HR. Muslim)

11. Silaturrahmi

Sanak kerabat, teman, dengan saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran, mereka itulah yang di puji Allah dalam firmanNya, artinya: "Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisab yang buruk". (QS. 13:21)

Rasullah bersabda: "Siapa yang suka diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah dia bersilturahmi" (HR. Al-Bukhari Muslim)

12. Ziarah rumah sakit dan kuburan

Dimana kita dapatkan pahala yang agung, mendo’akan dan menghibur orang sakit, sedangkan tentang kuburan Rasulullah n bersabda, artinya: "Ziarahi ia (kuburan), karena sesungguhnya ia mengingatkan kamu pada Akhirat" (HR. Muslim)

13. Mengadakan penelitian

Menyusun ikhtisar dari suatu buku atau kaset atau bisa juga melakukan study lapangan mengenai berbagai perkembangan yang ada kemudian hasilnya kita berikan kepada pihak yang sekiranya membutuhkan, siapa tahu bisa dipublikasikan dan akan sangat banyak manfaatnya.

14. Membantu orang lain

Rasulullah bersabda, artinya: "Jika seseorang kalian berjalan bersama saudaranya untuk memenuhi kebutuhan-nya dan menunjukkan dengan jarinya maka itu lebih utama dari pada ber’itikaf di dalam masjidku (An-Nabawi) ini selama dua bulan" (HR. At-Thabrani)

Beliau juga bersabda, artinya: "Siapa yang melepaskan kesulitan seseorang mukmin dari urusan dunia maka Allah melepaskannya dari kesulitan di hari Kiamat" (Muttafaq ‘alaihi)

15. Bepergian ke negara-negara Islam

Baik untuk tujuan dakwah, merenungi ciptaan Allah atau tujuan-tujuan lain yang dibolehkan. Selain itu juga dapat menghilangkan kepenatan, menambah relasi bisnis, ilmu dan budaya.

16. Membuka perpustakaan umum di masjid-masjid

Kemudian menyelenggarakan seminar, forum-forum ilmiah, diskusi, majlis ta’lim atau halaqah disana yang ini semua akan menambah ilmu dan persaudaraan.

17. Kegiatan bisnis/berdagang dengan halal

Itulah pencaharian Nabi , khalifah beliau Abu Bakar, Umar, Utsman dan lain-lain yang mulia. Jangan sampai melakukan jual beli dengan cara-cara yang haram atau berdagang barang-barang yang dilarang.

Allah berfirman, artinya: "Apabila telah ditunaikan shalat, maka berte-baranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung". (QS. 62:10)

18. Mengikuti kontrak kerja yang bermanfaat

Pada lapangan kerja yang halal bukan subhat atau haram, dalam lingkungan dan aturan yang baik(sesuai dengan syariat). Dengan niat yang ikhlas dan benar setiap usaha halal dapat bernilai ibadah.

19. Berlatih olah raga

Untuk menjaga kekuatan dan kesehatan tubuh dengan catatan tidak melalaikan dan tidak melanggar batasan syar’i, juga untuk persiapan berjuang di jalan Allah, serta ketangguhan jiwa, sebab sebagaimana dalam hadits riwayat Imam Muslim bahwa bila jiwa lelah ia akan jemu/bosan, sesaat demi sesaat.

20. Mengikuti kursus-kursus

Meskipun dengan mengeluarkan biaya, dan tentunya juga harus melihat kemampuan. Manfaatnya jelas tidak diragukan seperti, agronomi, agro-bisnis, komputer, pertambangan, kelautan, kerajinan tangan/home industri, tata boga, merawat taman, yang mendatangkan manfaat dan rizki yang halal. Kemudian jika anda ternyata memiliki bakat tertentu, seperti khot (menulis indah), pertukangan, percetakan sablon dan lain-lain ada baiknya bila dikembangkan.

Disarikan dari waqafat ma’a al-waqti wa kaifa istiqhlal al-faraagh, Abdul Ilah bin Ibrahim Dawud (Waznin/alsofwah) dan diambil dari www.hatibening.com