Ubah ini untuk hidup lebih baik

Yuk ubah cara pandang dan berpikir kita tentang kehidupan. Semoga dengan demikian hidup kita jadi lebih baik lagi..

Orang yang paling kaya bukanlah orang yang bergelimang harta tapi orang yang selalu merasa cukup dengan pemberian Allah (qona’ah).
Orang yang paling miskin bukanlah orang yang tidak memiliki apa-apa tapi orang yang suka meminta-minta hingga hilang rasa malu dan kewibawaannya.

Orang yang kuat bukanlah orang yang bisa mengangkat batu sebesar gunung uhud tapi orang yang bisa menahan emosinya ketika marah.

Orang yang lemah bukanlah orang yang tidak bisa melakukan apapun tapi orang yang tidak mau berusaha untuk melakukan apa-apa yang bermanfaat untuknya.

Orang yang lapang bukanlah orang yang memiliki rumah yang luas, rezeki melimpah tapi orang yang memiliki hati dan jiwa yang luas untuk memaafkan kesalahan orang lain.

Orang yang sempit bukanlah orang yang perekonomiannya terhimpit tapi orang yang suka mendendam dan sulit memaafkan kesalahan orang lain.

Orang yang bahagia bukanlah orang yang memiliki segalanya tapi orang yang bersyukur ketika diberi kenikmatan, bersabar ketika diberi ujian, dan ridho akan takdir-Nya.

Orang yang menyedihkan bukanlah orang yang memiliki banyak kekurangan tapi orang yang diberi kenikmatan lupa bersyukur, diberi ujian berkeluh kesah, dan tidak ridho akan takdir-Nya.

Orang yang beruntung bukanlah orang yang apapun keinginannya tercapai dengan mudah tapi orang yang berusaha agar harinya lebih baik dari hari kemarin.

Orang yang sukses bukanlah orang yang banyak harta, bukan juga orang yang terkenal tapi orang yang senantiasa menyiapkan bekal di akherat kelak sehingga dia dikenal Allah karena amalnya.

Orang yang bangkrut bukanlah orang yang ludes hartanya, hilang ketenarannya tapi orang yang lalai dengan akherat hingga kematian menjemputnya. (Fie)

Fitri Ummu Syifa
Banjarmasin, 4 Februari 2017

Advertisements

Nasehat Ibnu Qayyim [dalam Madarijus Salikin (III/200)]

“Apabila seorang mukmin menghendaki supaya Alloh menganugerahinya bashiroh (ilmu yang mendalam) di dalam agama, pengetahuan akan sunnah Rasul-Nya dan pemahaman akan kitab-Nya dan diperlihatkan hawa nafsu, bid’ah, kesesatan dan jauhnya manusia dari shirothol mustaqim, jalannya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam dan para sahabatnya. Apabila ia menghendaki untuk menempuh jalan ini, maka hendaklah ia persiapkan dirinya untuk dicemooh oleh orang-orang bodoh dan ahlul bid’ah, dicela, dihina dan ditahdzir oleh mereka. Sebagaimana pendahulu mereka melakukannya kepada panutan dan imam kita Shallallahu ‘alaihi wa Salam.

Adapun apabila ia menyeru kepada hal ini dan mencemooh apa-apa yang ada pada mereka, maka mereka akan murka dan membuat makar kepadanya…

Sehingga dirinya menjadi orang yang :
Asing di dalam agamanya dikarenakan rusaknya agama mereka,
Asing di dalam berpegangteguhnya ia kepada sunnah dikarenakan berpegangnya mereka dengan kebid’ahan,
Asing di dalam aqidahnya dikarenakan rusaknya aqidah mereka,
Asing di dalam sholatnya dikarenakan rusaknya sholat mereka,
Asing di dalam manhajnya dikarenakan sesat dan rusaknya manhaj mereka,
Asing di dalam penisbatannya dikarenakan berbedanya penisbatan mereka dengannya,
Asing di dalam pergaulannya terhadap mereka dikarenakan ia mempergauli mereka di atas apa yang tidak disenangi hawa nafsu mereka.

Kesimpulannya: ia adalah orang yang asing di dalam urusan dunia dan akhiratnya, yang masyarakat tidak ada yang mau menolong dan membantunya.

Karena dirinya adalah :
Seorang yang berilmu di tengah-tengah orang yang bodoh,
Penganut sunnah di tengah-tengah pelaku bid’ah,
Penyeru kepada Alloh dan Rasul-Nya di tengah-tengah penyeru hawa nafsu dan bid’ah,
Penyeru kepada yang ma’ruf dan pencegah dari yang mungkar di tengah-tengah kaum yang, menganggap suatu hal yang ma’ruf sebagai kemungkaran dan suatu hal yang mungkar sebagai ma’ruf.”